Sabtu, 06 November 2010

Lanjutkan Saja Menghitungnya…

Bagian : 4

Namun, seandainya ku terus melakukan kebiasaan buruku ini. Hingga aku lulus dari bangku kulian, uang yang kubakar adalah mungkin mencapai Rp 50 juta. Terhitung dari kelas 3 SMP dan sampai lulus kuliah (Kurang lebih 10 tahun maksimalnya.) Di saat itu umurku 24 tahun.

Setelah lulus dari bangku kuliah. Aku sepertinya akan berkerja dan punya penghasilan sendiri. Tapi mungkin beberapa tahun kedepan. Harga rokok terus saja naik, karena banyak kencaman dari masarakat untuk mendapatkan jaminan kesehatan. Terpaksa harga pajak rokok dinaikkan Pemerintah dengan berbagai macam kebijakan yang prorakyat. Bermaksud; Supaya rokok menjadi barang yang mewah dan setiap orang akan berpikir dua kali untuk membelinya.

Dan saat umurku 27 tahun aku putuskan untuk menikahi gadis yang ku kenal dibangku kuliah. Umurnya lebih muda dariku dua tahun. Kebiasaan buruku menjadi-jadi saja. Karena dia menerima saja. Mungkin dia telah cinta mati padaku. Mungkin saja, he he he. Tapi, aku tetap masih melakukan kebiasaan burukku ini. Jadi uang yang kukumpulkan jika tidak membeli rokok adalah 200 juta lebih (tambah 10 tahun lagi harga rokok terus naik 2kali lipatnya atau mungkin saja bisa 3kali lipat). Saat itu mungkin umurku 34 tahun. Dan buah perkawinan kami di karuniai dua orang buah hati.

Ternyata kebiasan burukku ini terus saja kubawa hingga aku meningal di usiaku yang belum genap 52 tahun, karena berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh yang rapuh. Saat itu uang yang kuhabiskan mungkin sudah mencapai lebih dari Rp 500-700 juta. Karena dihari tuaku. Sebelum ajal menjeput, dalam keadaan sekarat, aku harus bolak-balik rumah sakit yang menghabiskan banyak uang. Tidak lain penyebabnya, karena penyakit yang dibawa kebiasaan burukku ini. Semua harta, warisan orang tuaku dan rumah tempat tinggal kami bersama keluarga kecilku_ tergadaikan saja sebelumnya. Dan akhirnya terjual hanya setengah harganya saja.

Habis sudah harapan ku…

Untuk melihat masa depan keluarga jadi lebih baik. Sebelum aku menghembuskan napas terakhir. Kini! Nyata adanya_ Dua orang buah hati yang sangat aku sayangi dan isteriku tercinta yang selalu setia, sangat menderita karenanya.

Dua tahun sebelum aku meninggal. Baru sadari kesalahan terbesar yang aku sepelekan selama ini. Memang selama ini berawal dari hanya kesalahan kecil mulanya. Dan buktinya tak seperti itu... Nyata ini kesalahana teramat besar. Memang waktu dua tahun tak cukup untuk merubahnya. Tiada lagi kata memamafkan yang aku dapatkan diwaktu yang singkat itu. Buktinya, mengapa kedua buah hatiku dan isnteri yang tetap setia menemanku tak tersenyum padaku saat aku menghembuskan napas terakhir.

Bersambung…

Tidak ada komentar: